Tampilkan postingan dengan label lokal food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokal food. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2019

LOKAL FOOD 6

2 LOKAL FOOD 

1. COTO MAKASSAR

Coto Makassar dinikmati bersama burasa.
 
Coto Makassar dinikmati bersama burasa. Odua Images/shutterstock


Kuliner khas Makassar yang paling mudah ditemui adalah Coto Makassar. Kuahnya dibuat dari rebusan jeroan bercampur daging sapi yang diiris-iris kecil-kecil. Biasanya soto ini dinikmati bersama ketupat atau burasa khas Makassar.

Coto Makassar atau yang kadang disebut dengan nama Coto Mangkasara merupakan kuliner khas kebanggaan masyarakat Makassar. Tidak mengherankan jika Garuda Indonesia menjadikannya menu pilihan dalam penerbangan dari dan ke Makassar.

Sajian soto ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan jenis soto dari daerah lain di nusantara. Tapi memang, Coto Makassar memiliki kekhasan berupa bumbu rempah dan kacang untuk membuat kuah yang kental.

Ada sekitar 40 macam rempah untuk membuat Coto Makassar. Orang Makassar menyebutnya ampah patang pulo. Selain aneka macam rempah, sambal taoco asal Tiongkok pun menjadi bagian tak terpisahkan dari Coto Makassar.

Rempah tersebut terdiri dari kacang, kemiri, cengkeh, pala, foeli, sere yang ditumbuk halus, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seldri, daun prei, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, garam, papaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jeroan.


Kenikmatan coto makassar tak terlepas pula dari tradisi peramuaanya menggunakan kuali tanah yang disebut dengan korong butta atau uring butta.

Biasanya coto dimakan bersama ketupat, kacang, ditaburi daun bawang dan perasan jeruk nipis. Daging yang digunakan Coto Makassar adalah daging sapi. Ada pula yang menggunakan lidah, otak, limpa, paru, hati, jantung, babat, yang di iris kecil dan dicampur dengan kuah.


Kekhasan Coto Makassar tidak hanya dari bahan-bahan dan cara pembuatannya, namun juga aspek sejarahnya.

Coto Makassar sudah ada sejak masa Somba Opu yang merupakan pusat Kerajaan Gowa ketikaa mengalami kejayaan pada 1538. Saat itu Coto Makassar menjadi hidangan di Kerajaan Gowa. Demikian ditulis situs Halo Wisata.

Pada masa itu, para pengawal kerajaan menjadikan masakan ini sebagai menu makan pagi sebelum menjalankan tugasnya. Masakan yang terpengaruh oleh kuliner Tiongkok ini diperkirakan masuk Gowa pada abad ke-16.

Warung Coto Makassar pertama yang ada di Makassar adalah warung coto milik H. Dg. Sangkala. Warung coto yang sekarang tinggal nama tersebut dibangun pada 1940-an. Saking terkenalnya warung ini, para pejabat penting di negeri ini sering mengundangnya dalam berbagai acara-acara penting. Ribuan mangkok bisa dipesan dalam satu kali pemesanan.

Di Makassar sendiri sudah banyak bertebaran warung-warung yang menjual Coto Makassar dan selalu ramai dipadati oleh pembeli. Warung-warung tersebut banyak yang buka dari pagi hingga malam hari.


2. ES PALLU BUTUNG

Hasil gambar untuk sejarah pallu butung

Hasil gambar untuk sejarah pallu butung

Pallu Butung adalah makanan khas Sulawesi Selatan, makanan ini sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa di saat bulan Ramadan. Pallu Butung ini hampir mirip dengan Pisang Ijo.

Pallu Butung terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, daun pandan, vanili dan garam yang kemudian sampai matang dan kental. lalu dimasukkan potongan-potongan pisang raja yang juga sudah masak lalu diaduk. Pallu Butung dapat dihidangkan hangat-hangat, juga bisa dihidangkan dingin dengan menambah parutan es di atasnya. Pallu Butung juga bisa ditambahkan sedikit sirup untuk menambah warna dan rasa manis.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pallu_Butung

Es Palu Butung merupakan hidangan khas Makassar yang juga menggunakan pisang sebagai bahan dasarnya. Berbeda dengan pisang berbalut adonan berwarna hijau pada Es Pisang Ijo, pisang dalam hidangan Es Palu Butung justru dipotong-potong seperti pada hidangan kolak.

Pada dasarnya, Es Palu Butung adalah hidangan yang sangat sederhana. Selain pisang, es ini menggunakan bahan semacam bubur berwarna putih yang terbuat dari tepung beras dan santan sehingga rasanya gurih. Tambahan es serut serta susu kental manis di atasnya semakin memberi rasa nikmat.

Di Makassar dan sekitarnya, Es Palu Butung ini sangat mudah ditemui apalagi saat bulan Ramadhan. Hidangan es ini menjadi salah satu menu berbuka favorit warga Makassar, karena selain menyegarkan juga mengenyangkan.

Minggu, 27 Oktober 2019

lokal food 5

LOKAL FOOD 2

1. PISANG EPE


pisang epe adalah makanan khas makassar, sulawesi selatan. pisang epe sebuah jajanan unik yang banyak di temui ketika berkunjung ke kota makassar jadi apabila anda berkunjung ke kota anging mammiri jangan lupa untuk mencicipi jajanan tersebut dan anda dapat menemukan pisang epe di setiap sudut pantai losari.


pisang epe menjadi makanan favorit bagi semua orang termaksud warga lokal maupun turis internasional. kata 'epe' berasal dari bahasa makassar yang berarti 'jepit', jadi pisang epe secara lengkap bisa di artikan menjadi pisang bakar yang di jepit dan menjadi gepeng, dengan berbahan dasar dari pisang raja yang belum terlalu masak dan tidak lembek. dengan nama yang mudah ini semua orang akan mudah mengingat namnya. 


lokasi yang paling banyak menjual pisang epe ini ialah berada di pantai losari yang di mana lokasi pantai losari sudah menjadi maskot kota makassar. menu pisang epe ini suguhkan dengan berbagai rasa seperti :rasa original 'yang dimana hanya campuran gula merah/gula aren yang telah di cairkan', rasa coklat,rasa coklat-keju. dan pisang epe ini terkenal dengan rasanya yang sangat manis karena saus dari pisang epe itu sendiri adalah gula merah/aren yang telah di cairkan.

Pisang epe adalah salah satu jajanan favorit bagi orang-orang yang mengunjungi pantai Losari. Jajanan tradisional khas Makassar ini bahannya terbuat dari pisang yang dibakar lalu disiram dengan saos. Awalnya, saos pisang epe terbuat dari gula merah yang dicairkan, namun sekarang saos pisang epe sudah makin bervariasi, ada saos coklat, saos sari durian. Bahkan pembeli juga bisa meminta pisangnya diberi parutan keju.
Pisang yang digunakan untuk membuat pisang epe adalah pisang raja yang belum terlalu masak dan tidak lembek. Dinamai pisang epe karena sesudah dibakar, pisang ditekan dengan alat pres sederhanayang terbuat dari dua buah balok kayu.
Kata ‘epe’ berasal dari bahasa Makassar yang berarti ‘jepit’, jadi pisang epe artinya pisang bakar yang dijepit dan menjadi gepeng.

2. BUBUH INJIN

Bubuh Injin ( Bubur Ketan Hitam)

Bubuh Injin ( Bubur Ketan Hitam)

Bubuh Injin ( Bubur Ketan Hitam)

Bubuh Injin ( Bubur Ketan Hitam)

Bubuh Injin ( Bubur Ketan Hitam)

Bubuh Injin (Bubur Ketan Hitam)
Bubur ketan hitam (disebut juga bubur pulut hitam atau bubur injit) merupakan hidangan penutup, dengan cita rasa manis, yang terbuat dari beras ketan yang direbus dengan air berlebih hingga lunak, dan biasa disajikan dengan santan. Bubur ketan hitam merupakan sebutan yang dipakai di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Di daerah dengan pengaruh budaya Melayu yang kuat, bubur ini disebut "bubur pulut hitam". Sementara di Bali dan di Nusa Tenggara Timur, nama dari makanan ini adalah "bubur injit". Makanan ini dapat disajikan dingin maupun hangat.

Bubuh Injin atau yang lebih dikenal dengan istilah bubur ketan hitam ini berasal dari Pulau Dewata. Kalau ditilik lebih seksama tak ada yang membedakannya dengan bubur ketan hitam biasanya. Mungkin hanya penamaannya saja yang berbeda di setiap daerah.

Bubuh Injin ini terbuat dari beras ketan hitam yang dimasak dengan gula merah. Sebagai pelengkap biasanya saat penyajian diberikan areh atau kucuran santan kental yang telah dimasak dengan garam dan juga daun pandan agar wangi. Tapi saya pernah menjumpai bubuh injin di salah satu resto Bali, mereka menyajikan bubuh injin bukan dengan areh melainkan dengan memberikan taburan kelapa yang sudah diparut. Bubuh injin atau bubur injin biasanya disajikan saat di rumah masyarakat Bali ada keramaian, pesta atau kumpul warga.

Agar terasa lebih segar, bubuh injin bisa juga disajikan dengan memberikan beberapa potong es batu sehingga rasanya jadi lebih segar. Tapi kalau yang tidak terlalu suka, bubuh injin pun enak disajikan selagi hangat. Tinggal pilih saja sesuai selera.

Lokal food 4

2 LOCAL FOOD


1. pisang ijo

Pisang ijo atau es pisang ijo adalah sejenis makanan khas di Sulawesi Selatan, terutama di kota Makassar. Makanan ini terbuat dari bahan utama pisang yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau. Cara memasaknya dengan mengukus di dandang. Adonan tersebut dibuat dari tepung, air, dan pewarna hijau yang terbuat dari campuran air dengan daun suji atau pandan.
Es Pisang Ijo diolah dari buah pisang ambon, raja atau kepok yang sudah matang. Pisang dibalut dengan adonan tepung beras bercampur santan dan air daun pandan yang memberi warna hijau dan aroma pandan. Diberi tambahan tepung terigu rebus yang kenyal atau bubur sum-sum, disiram dengan sirop warna merah khas Makassar, dan lelehan susu kental.
Setumpuk es serut atau bongkahan-bongkahan kecil es akan melengkapi penyajiannya. Minuman yang mengenyangkan ini disajikan diatas mangkuk atau piring yang agak ceper. Biasanya ditemani dengan makanan ringan seperti jalangkote (mirip pastel) dan lumpia. Sajiannya memang sederhana, tetapi terasa nikmat sebagai pelepas dahaga.

sejarah


Pisang ijo atau Es pisang ijo, adalah sejenis makanan khas di Sulawesi Selatan, utamanya di kota Makassar yang terbuat dari bahan utama berupa pisang ijo. Pisang ijo berupa pisang yang dibalut dengan adonan tepung yang berwarna hijau dan cara memasaknya dengan mengkukus di sebuah dandang. Tepung berwarna dibuat dari tepung, air, pewarna hijau atau air daun suji dan air daun pandan.


Pada jaman dahulu kala, di pulau Sulawesi hiduplah seorang raja yang sangat berkuasa. Sang raja selain dikenal berkuasa juga terkenal sangat kejam dan sadis. Dia memimpin kerajaannya dengan tangan besi dan darah dingin. Tak ada seorangpun yang berani melawan perintahnya, bila berani maka hukuman cambuk atau pancung balasannya.
Raja ini punya satu kebiasaan, dia rupanya senang sekali menyantap pisang. Setiap hari, saat bangun tidur sang raja akan mencari buah pisang sebagai makanan yang pertama kali dia santap. Sebagai seorang raja dia tentu saja punya tukang masak pribadi, diantara tukang masaknya itu ada seorang lelaki tampan yang bernama Ijo. Lelaki ini adalah tukang masak andalan kerajaan, sebenarnya dia sangat tidak suka melayani sang raja yang kejam dan bengis, namun dia tak berani untuk melawan.
Suatu hari si Ijo sedang terkena musibah. Entah kenapa, hari itu masakannya tiba-tiba menjadi sangat tidak enak dan memuakkan. Walhasil, raja yang memang terkenal gampang naik pitam akhirnya memutuskan si Ijo diseret ke tempat pemancungan. Hanya gara-gara sepele sebenarnya, tapi itulah tabiat jelek sang raja. Ijo berusaha menyelamatkan nyawanya, dia memutar otak dan mencari jalan agar bisa bebas dari hukuman sang raja. Karena tahu kalau sang raja sangat menggemari pisang, Ijo menawarkan kepada raja sebuah resep masakan berbahan dasar pisang yang menurutnya akan mampu membuat sang raja luluh. Penasaran, sang raja memberi waktu setengah hari bagi untuk membuat makanan yang dimaksud.
Ijo yang sebenarnya tidak punya ide menjadi bingung, dengan segenap perasaan dan pengharapan dia berhasil membuat sebuah hidangan dari pisang yang dibungkus kulit tipis dari tepung serupa kulit dadar dengan tambahan saus berbentuk fla yang rasanya manis.
Dengan hati berdebar, Ijo menyodorkan makanan baru buatannya dengan harapan sang raja menyukainya. Debaran jantung Ijo serentak berganti dengan lonjakan penuh kegembiraan ketika di luar dugaan sang raja sangat menyukai makanan hasil kreasinya. Saking sukanya, sang raja kemudian memutuskan bahwa makanan baru itu dinamakan PISANG IJO dan menjadi makanan resmi kerajaan. Ijo pun selamat dari maut. Hal yang paling menggembirakan bagi Ijo dan seluruh rakyat kerajaan adalah kenyataan bahwa setelah itu sang raja berubah menjadi raja yang lemah lembut, rupanya PISANG IJO yang dibuat dengan penuh perasaan dan harapan itu mampu memikat hati sang raja, kelembutan saus PISANG IJO turut melembutkan hati sang raja yang sebelumnya keras dan membatu. Semenjak itu, kerajaan hidup dalam ketenangan dan kemakmuran. PISANG IJO pun kemudian menjadi makanan khas kerajaan tersebut dan bertahan hingga kini.
(Cerita di atas adalah legenda bohong-bohongan tentang PISANG IJO. Asli bohong, karena itu semata-mata adalah rekaan saya saja, beberapa menit sebelum saya menuliskan cerita ini. Maaf untuk para pembaca sekalian.. )
Sejujurnya, saya tidak pernah tahu asal muasal cerita tentang PISANG IJO ini. Yang saya tahu adalah bahwa PISANG IJO ini adalah salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang juga identik dengan bulan puasa. Kalau menilik namanya, saya curiga makanan ini datangnya justru dari Jawa, analisa sederhana saya adalah bahwa tidak mungkin sebuah makanan khas SulSel (Bugis-Makassar) diberi nama PISANG IJO karena dalam bahasa Makassar pisang disebut UNTI dan IJO (hijau) adalah Moncombulo. Jadi kalau memang makanan ini khas Makassar, harusnya namanya jadi UNTI MONCONGBULO, sama seperti kue Nagasari yang berubah menjadi ROKO’-ROKO’ UNTI (Bungkus-bungkus pisang-karena bahan dasarnya pisang dan ujung-ujungnya dibungkus daun pisang). Atau seperti Pallu'butung yang sepertinya memang makanan khas sini dan terciptanya sudah lama. Lagian gaul amat orang dulu mengganti nama Hijau dengan Ijo..?. Sampai saat ini saya belum pernah menemukan kapan dan oleh siapa PISANG IJO ini mulai ditemukan.
Yang jelas, saya sangat menikmati makanan ini dan sudah menjadi menu favorit saya sekeluarga saat berbuka puasa. Boleh dikata, hampir setiap hari PISANG IJO ini menghiasi meja makan di rumah. Entah itu buatan ibu saya sendiri atau dibeli karena ibu tak sempat membuatnya.


2.  deppa tetekan


Deppa tetekan adalah nama kue khas Kabupaten Enrekang Deppa tetekan artinya kue cucur Kalau di Jawa di sebut kue cucur, kalau di Enrekang sini disebut deppa tetekan
"Salah satu tempat istirahat di gunung Nona"]


Yang lebih menarik, di tempat penjual deppa tetekan ini, kita dapat menyaksikan bagaimana deppa tetekan ini dibuat.
Walau disebut juga kue cucur, tapi bentuknya dan rasanya agak berbeda dengan kue cucur yang biasa dijumpai di Pulau Jawa. 
Deppa Te’tekan adalah salah satu makanan khas dari Prov. Sulawesi Selatan, kususnya Enrekang. Kue ini terbuat dari bahan yang sangat sederhana dengan bahan utamanya tepung beras. ditambah gula merah dan wijen membuat rasanya menjadi lebih nikmat.


Disebutkan, deppa ini berbahan dasar tepung beras yang masih baru ditumbuk, gula merah ditambah wijen sebagai pemanis. Cara membuatnya sangat simpel. Gula merah yang sudah dihaluskan dicampur air dalam kuali. Tepung beras dimasukkan sedikit demi sedikit hingga semua merata. Lalu dimasak hingga mengental dan sudah tidak lengket di tangan.

Adonan ini kemudian diratakan di atas permukaan loyan. Setelah itu digulung dengan menggunakan pelastik yang sebelumnya sudah dilumuri minyak goreng agar tidak lengket. Dilumuri wijen lalu dipotong-potong miring. Selanjutnya digoreng hingga mengembang. Kue khas Enrekang inipun siap dinikmati bersama teh atau kopi. Silakan mencoba.

Selain memiliki penganan khas, Kabupaten Enrekang juga terkenal dengan panorama Gunung Bambapuangnya dengan nama lain Gunung Buttu Kabobong atau Gunung Nona karena wujudnya mirip dengan alat vital perempuan sehingga disebut juga Erotic Montain

Latar belakang 

Semakin berkembangnya zaman dan teknologi dengan adanya kegiatan pasar bebas, maka kita dituntut harus dapat mengimbangi dengan kemampuan dan skill agar kita mampu memanfaatkan peluang usaha terampil dan profesionl maka salah satu peluang usaha yang baik adalah usaha kue tetekan. Selama ini masih banyak orang yang berfikiran bahwa kue tetekan adalah salah satu jenis sajian yang hanya ada pada saat hari raya dan acara-acara khusus lainnya tetatapi usaha kue tetekan ini telah menjadi mata pencaharian selama beritahun-tahun bagi kami. Banyak hal yang menjadikan panganan sebagai salah satu primadona kue yang enak dan manis, misalnya sangat cocok untuk cemilan saat santai dan lebih pas disajikan pada acara-acara tertentu. Selaian kue ini dapat dikomsumsi oleh orang dewasa tetapi juga dapat dikomsumsi oleh anak-anak dan remaja karena kue tetekan ini diperkaya dengan karbohidrat dan glukosa dari gula aren asli.
Usaha kue tetekan ini merupakan kue tradisional yang berasal dari enrekang tepatnya dari tanah duri desa buntu barana, dusun buntu kalosi, kecamatan curio, tetapi selama ini masyarakat beranggapan bahwa kue tetekan berasal dari tana toraja tetapi yang sebenarnya berasal dar enrekang duri, cuman tingkat peminat paling tinggi dari kue ini berasal dari tana toraja dan menjadikan kue tetekan ini menjadi kue wajib dihidangkan disetiap acara-acara di tana toraja.
Dari hal inilah menjadikan usaha kue tetekan menjadi usaha kami selama bertahun-tahun dan sampai sekarang masih kami jalankan.

Minggu, 08 September 2019

Lokal Food 2

2 LOKAL FOOD



1. BAKSO

Berasal dari Tiongkok




Bakso
Bakso [image source]
Ada yang menganggap jika bakso yang khas dengan bentuk bulat tersebut berasal dari belahan bumi lain. Tepatnya dari daratan Tiongkok. Konon pada awal abad ke-17 ada seorang pria bernama Meng Bo. Warga yang hidup di masa Dinasti Ming tersebut tinggal di Fuzhou. Ia terkenal sebagai anak yang berbakti pada orang tua. Bahkan ia memikirkan cara agar ibunya yang sudah tua tetap dapat menikmati makanan yang bertekstur keras seperti daging. Maklum saja, gigi ibunya sudah rapuh. Padahal daging adalah bahan makanan favorit sang ibu.




Bakso
Bakso [image source]

Terinspirasi dari Pengolagan Mochi




Mochi
Mochi [image source]
Terinspirasi dari tetangganya yang mengolah ketan menjadi mochi, maka Meng Bo menggunakan cara yang sama untuk mengolah daging. Setelah hancur dan empuk, dagingnya dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan selanjutnya direbus hingga matang. Setelah mencicipi, ternyata ibunya sangat suka. Bulatan daging lebih mudah dimakan dan rasanya juga lezat. Hidangan tersebut menjadi terkenal dan beritanya tersebar dari mulut ke mulut. Di kemudian hari banyak yang membuatnya sehingga menjadi makanan populer. Konon, dari Kota Fuzhou inilah bakso lahir.




Bakso
Bakso [image source]

Bakso Masuk ke Indonesia




Bakso isi cabe
Bakso isi cabe [image source]
Bakso mulai masuk di Indonesia diperkirakan lewat pedagang Cina yang menetap di Nusantara. Jejak Tionghoa pada bakso juga bisa dilihat dari arti namanya. Dalam Bahasa Hokian sendiri, Bak berarti babi sedangkan so adalah makanan. Jadi jika disatukan, maknanya menjadi makanan yang berbahan daging babi. Di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim bakso pun dibuat tanpa daging babi. Ada yang memakai daging sapi, ayam, hingga udang.




Bakso Unik
Bakso Unik [image source]

Varian Bakso Zaman Sekarang




Bakso raksasa
Bakso raksasa [image source]
Saat ini bakso tidak hanya disajikan dengan bentuk bulat dan rasa yang itu-itu saja. Perkembangan zaman juga diikuti dengan bertambahnya varian bakso. Kamu mungkin masih ingat dengan bakso beranak yang unik. Isiannya pun beragam. Mulai dari keju hingga cokelat. Unik-unik kan?




Bakso kerikil
Bakso kerikil [image source]
Jadi begitulah cerita tentang asal-usul bakso yang kabarnya berasal dari Negeri Tirai Bambu. Meski begitu, bakso di Indonesia tetap memiliki ciri khas terutama dalam hal bumbu dan rasa. Hidangan di setiap daerah bahkan memiliki daya tarik masing-masing.




2. MIE PANGSIT

Mie pangsit memang sudah terkenal berasal dari Medan, tepatnya dari daerah Siantar. Sudah dapat dipastikan jika anda berkeliling di daerah Medan, anda akan mudah menjumpai gerai yang menjual Mie pangsit khas Siantar ini. Mungkinkah anda dapat menemukannya saat anda berlibur di Bali bersama keluarga atau kerabat anda untuk mencicipi masakan khas Siantar Medan ini di Pulau Dewata?
Tentu jawabannya bisa, jawaban tepatnya berada di Restoran Thien Thien Liang Hao. Restoran ini terletak di Jalan Kartika nomor 8 Kuta Kabupaten Badung, Bali ini memiliki jam operasional restoran yang dimulai dari pukul 10.00-23.00 waktu sekitar Pulau Bali. Dan terletak di lokasi yang cukup strategis dan terjangkau karena berdekatan dengan Pantai Kuta, Waterboom Kuta, dan Pantai Segara Kuta.
Interiornya ditata dengan modern dan tentu mengutamakan kebersihan tempat makanan, dilengkapi dengan kursi dan meja kayu lengkap dengan bantal kursi yang nyaman di gunakan. Berbeda dengan gerai mie pangsit pada umumnya, bagian tempat pemesanan seperti berada di cafĂ© modern.
Proses pembuatan mie pun terlihat jelas kebersihannya, karena restoran ini mengutamakan kenyamanan  dari setiap pengunjungnya tanpa menurunkan kualitas makanannya. Untuk menu makanannya sendiri, terdapat bermacam-macam menu, seperti burger, Ikan Napoleon goreng, bubur scallop yang khas, Pork Ribs atau iga babi bakar yang tentunya sangat lezat yang menjadi primadona restoran ini, dan tentu masih banyak lagi.
Ciri khas mie pangsit Medan terletak di topping yang ada di mie ini, chopped meat dengan signature scallion (daun bawang) disajikan dalam komposisi yang pas. Mienya sedikit kenyal, tetapi memiliki aroma tersendiri.


PANGSITatau yang dikenal juga dengan nama wonton disebut-sebut berasal dari Dinasti Tang (618-906).
Makanan yang menjadi asal mula lahirnya pangsit saat itu adalah “jiaozi”. Makanan ini dibuat dari adonan tepung yang tipis dengan isi di dalamnya dan dihidangkan bersama sup tradisional.
Jiaozi semakin terkenal karena disajikan dalam Festival Musim Semi dan perayaan tahun baru.

Awalnya isi di dalam “jiaozi” tidak terlalu banyak, tetapi agar semakin nikmat akhirnya ditambah terus hingga padat.
Makanan dengan isi yang semakin padat ini akhirnya dikenal dengan nama pangsit. Dari sinilah cikal bakal lahirnya pangsit Tiongkok yang kita kenal sekarang ini.
Pangsit pun termasuk dalam kelompok dim sum.
Goreng dan Rebus
Pangsit berkembang terus menerus. Awalnya hanya berupa pangsit rebus, tetapi saat ini sudah ada yang digoreng, disebut pangsit goreng.

Sabtu, 31 Agustus 2019

Lokal food 3

LOKAL FOOD


1. RENDANG 

Sejarah Rendang


Rendang adalah salah satu makanan khas Indonesia yang menjadi salah satu makanan terlezat di dunia. Di Indonesia mudah sekali untuk menemukan rending, setiap hari raya umat muslim di seluruh Indonesia pasti menyajikan makananan yang satu ini, dan di setiap rumah makan Padang menu ini menjadi menu utama yang selalu di cari.

Sejarah Rendang
Rendang

Rendang berasal dari daerah Sumatera Barat yang beribukota Padang, makanan ini menjadi ikon masyarakat Minangkabau dikarenakan masyarakat Minang lah yang pertama kali menciptakan makanan terlezat di dunia ini, Rendang sudah ada sejak zaman dahulu tepatnya pada pertengahan Abad 16 sekitar tahun 1550 an, diyakini Rendang sudah ada sejak masyarakat Minang menggelar upacara adat pertama mereka.

Makanan ini mulai menyebar ke berbagai pelosok tanah air dan luar negeri seiring berjalannya tradisi Merantau rakyat Minangkabau, penyebaran Rendang mula mula menyebar ke kawasan Melayu, di mulai dari perantauan Minang menuju ke Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jambi, Palembang sampai ke Negeri Jiran kita Malaysia dan setelah itu mulai menyebar ke seluruh pelosok Nusantara sampai ke Luar Negeri.

Ada beberapa Literatur pada Abad ke 19 yang mengulas sedikit tentang Rendang, pada zaman itu masyarakat Minang sering melakukan perjalanan (Merantau) menuju Selat Malaka dan Singapura, waktu itu perjalanan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisa menempuh waktu sekitar satu bulan, pada waktu itu di sepanjang perjalanan tidak ada perkampungan atau pemukiman penduduk, dan untuk mengisi perbekalan masyarakat Minang membawa Rendang untuk perbekalan dikarenakan makanan yang satu ini tahan lama.

Dan berdasarkan cerita rakyat Minang dipercaya pada abad ke 16 ketika mereka mau membuka sebuah perkampungan baru makanan ini adalah salah satu solusi masyarakat Minang sebagai bekal perjalanan dikarenakan tahan lama nya makanan yang satu ini.

Kuliner ini dilahirkan tidak semata mata karena kelihaian masyarakat Minang, secara tidak langsung kuliner ini tercipta karena ada para pedagang dari luar negeri yang menjual bumbu bumbu khusus untuk membuat Rendang, seperti para pedagang dari Gujarat India yang menjual beberapa bumbu bumbu yang diperlukan untuk membuat Rendang pada saat itu.

Pada zaman dahulu Rendang hanya disajikan untuk acara acara khusus Adat Minangkabau saja, misalnya upacara adat orang Minang Kenduri upacara adat khusus untuk menyambut tamu kehormatan,  setelah itu Rendang mulai disajikan untuk acara Khitanan, Ulang Tahun, Pernikahan, Barzanji dan hari besar agama Islam seperti hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri.

Sejarah Rendang
Rumah Adat Minang

Bagi masyarakat Minang Rendang sangat memiliki makna Budaya, mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Minangkabau mkna dari Rendang adalah Musyawarah dan Mufakat yang terdiri dari 4 bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang Yaitu :

1.       Dagiang (daging sapi), merupakan ambing dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat).
2.       Karambia (kelapa), merupakan ambing “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual).
3.       Lado (cabai), merupakan ambing “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama.
4.       Pemasak (bumbu), merupakan ambing dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Rendang kian mahsyur namanya dan sangat diakui dunia sebagai salah satu makanan terlezat dunia, tak tanggung tangung yang mensurvei Rendang menjadi salah satu makanan terlezat di dunia adalah CNN, dan pada tahun 1987 salah satu restoran cepat saji diamerika Burger King pernah membuat menu Rendang Burger sebagai menu di restoran itu.

Fenomena Rendang yang sangat luar biasa pun menjadikan dua Negara yang bertetangga dan masih sama sama Rumpun Melayu sempat Bersitegang, Malaysia mengklaim bahwa Rendang adalah makanan khas dari negeri Jiran tersebut, rakyat Indonesia sempat meradang dan terjadi perdebatan sengit di berbagai media.


“UNESCO mendaftarkan Rendang sebagai makanan Tradisional khas Minangkabau pada tahun 2010 dengan nomor registrasi 776”


Di Indonesia orang orang mengenal dua jenis Rendang Sejati  :
·         Rendang Basah atau Kalio
·         Rendang Kering

Yaitu Rendang Basah dan Rendang Kering, Rendang Basah atau yang lebih dikenal dengan Kalio, adalah Rendang yang dimasak dalam waktu yang cukup singkat dan santannya belum begitu sempurna, jenis yang satu ini daya tahannya tidak begitu lama, hanya sekitar satu Minggu, Umum ditemukan di Malaysia, Singapura, Brunei dan Belanda, di Malaysia orang orang menyebutnya dengan Rendang Kelantan dan Rendang Negeri Sembilan.

Rendang Kering adalah Rendang sesungguhnya yang dibuat oleh masyarakat Minang, Rendang yang satu ini membuthkan waktu memasak yang cukup lama sampai santan mongering dan bentuknya terserap sempurna, Rendang yang satu ini mempunyai daya tahan yang sangat lama, dalam suhu ruangan Rendang ini bisa bertahan sampai 4 Minggu atau satu bulan dan jika di bekukan akan bertahan sampai setengah tahun.

Selain dua jenis diatas sekarang Rendang mempunyai variasi, selain menggunakan Daging Sapi orang orang juga menggunakan berbagai macam bahan utama seperti :

·         Rendang Daging
·         Rendang Bebek
·         Rendang Ayam
·         Rendang Telur
·         Rendang Hati
·         Rendang Paru


2. AYAM TALIWANG

Masakan bernama Ayam Taliwang ini merupakan kuliner yang pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Karang Taliwang. Kemunculan masakan ini pertama kali pada masa perang antara kerajaan Selaparang dan kerajaan Karangasem Bali. Melansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, pada masa itu pasukan dari kerajaan Taliwang di datangkan ke Lombok untuk membantu kerajaan Selaparang berdamai dengan kerajaan Karangasem.
Pasukan dari Kerajaan Taliwang kemudian ditempatkan di suatu wilayah yang diberi nama Karang Taliwang. Pasukan ini bertugas untuk melakukan pendekatan dengan Raja Karangasem agar pertempuran yang menelan banyak nyawa dan harta tidak berlanjut. Di dalam pasukan juga terdapat pemuka agama Islam, juru masak dan juru kuda yang semuanya memiliki tugas masing-masing.
Di saat inilah, para juru masak dari kerajaan Taliwang bekerja dengan baik. Mereka senantiasa menyiapkan masakan yang lezat untuk pasukan kerajaan Taliwang. Salah satu masakan tersebut adalah Ayam Taliwang. Juru masak membuat masakan ini dengan memanfaatkan bahan masakan serta bumbu yang ada di sekitar mereka.
Seiring berjalannya waktu, pasukan dari Taliwang dan suku Sasak Lombok saling berbaur. Dari pembauran ini kemudian muncul budaya baru baik itu dalam bersosialiasi mamupun pengolahan makanan yang saling disesuaikan antara pasukan Taliwang dan masyarakat asli Lombok. Dan dari sinilah sajian Ayam Taliwang tercipta.

Perkembangan Ayam Taliwang

Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Ayam Taliwang mulai dijual pada masyarakat Karang Taliwang pertama kali oleh seorang ibu bernama Nini Manawiyah. Tak hanya dijual di Karang Tawaling, sajian ayamnya yang dulu diberi nama ayam bebelah tersebut mulai dikenal masyarakat luar daerah seperti halnya Mataram.
Pada tahun 1960, Ayam Taliwang semakin tenar dan dikenal banyak masyarakat. Tak hanya Nini Manawiyah yang menjual sajian Ayam Taliwang, seiring dengan berjalannya waktu masyarakat lainnya juga mulai membuka warung yang menyajikan sajian Ayam Taliwang. Tahun 1970, warung tenda mulai dikenal dan banyak warung tenda yang berdiri di Lombok sekitarnya yang menjual menu utama Ayam Taliwang.
Pada tahun 1980, restoran yang menjual sajian Ayam Taliwang mulai dibuka. Pada tahun itu juga, Ayam Taliwang dinobatkan sebagai kuliner khas Lombok. Dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun, Ayam Taliwang tak hanya dikenal di Lombok sekitarnya saja. Kini, Ayam Taliwang telah dikenal ke seluruh Nusantara dan pemasarannya telah ke berbagai daerah di Indonesia.

Equipment and utensil PKN 7

                        EQUIPMENT AND UTENSIL 1.        NAMA : SOUP TURIN  ...